Breaking

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Haikal Hassan Jadi Profesor, Sebuah Penghargaan Akademik Bergengsi dari Korea Selatan

Haikal Hassan Jadi Profesor, Sebuah Penghargaan Akademik Bergengsi dari Korea Selatan

Editor
Editor
calendar_today
schedule 7 min read

Busan, Korea Selatan — Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hassan, resmi menerima gelar Profesor Kehormatan atau Profesor Emeritus dari Silla University, Busan, Korea Selatan, pada pertengahan Juni 2026. Penghargaan akademik bergengsi tersebut menjadi bukti nyata bahwa kontribusi Indonesia dalam pengembangan industri halal semakin mendapatkan perhatian dan pengakuan dari dunia internasional.

Penganugerahan gelar tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran dan dedikasi Haikal Hasan dalam memperkuat, mengembangkan, serta memperluas ekosistem halal, baik di tingkat nasional maupun global. Selama beberapa tahun terakhir, berbagai upaya yang dilakukan dalam mendorong sistem jaminan produk halal dinilai berhasil membuka ruang kolaborasi baru antara Indonesia dengan berbagai institusi pendidikan, lembaga sertifikasi, dan pelaku industri dunia.

Bagi Indonesia, pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sosok Haikal Hassan secara pribadi. Lebih dari itu, penghargaan tersebut mencerminkan meningkatnya pengaruh Indonesia dalam industri halal global yang kini berkembang sangat pesat. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat dunia terhadap produk yang aman, berkualitas, higienis, dan memiliki standar yang jelas, halal semakin dipandang sebagai simbol kepercayaan dan kualitas.

Ahmad Haikal Hasan, yang akrab disapa Babe Haikal, menerima gelar kehormatan tersebut dalam rangkaian kegiatan akademik dan kerja sama internasional yang melibatkan Silla University dan BIC Halal Korea. Dalam berbagai forum diskusi yang digelar, konsep halal dibahas tidak hanya sebagai regulasi administratif, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, riset, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pengakuan Akademik untuk Indonesia

Pemberian gelar Profesor Kehormatan dari Silla University menjadi simbol kuat pengakuan internasional terhadap peran Indonesia dalam membangun sistem jaminan produk halal yang modern dan terpercaya. Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi referensi global dalam pengelolaan industri halal.

BPJPH sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan jaminan produk halal memiliki posisi strategis dalam mendorong perkembangan tersebut. Di bawah kepemimpinan Haikal Hasan, penguatan sektor halal tidak hanya difokuskan pada proses sertifikasi, tetapi juga pada pengembangan kerja sama internasional, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan kapasitas SDM halal.

Silla University menilai kontribusi Haikal Hasan dalam memperluas pemahaman mengenai jaminan produk halal sebagai salah satu faktor utama yang melatarbelakangi pemberian penghargaan tersebut. Ia dianggap berhasil mendorong pemahaman bahwa halal bukan hanya terkait makanan dan minuman, tetapi juga mencakup sektor kosmetik, farmasi, jasa, logistik, hingga rantai pasok global.

Dalam perkembangan industri modern saat ini, halal telah berkembang menjadi bagian dari standar kualitas yang memberikan kepastian kepada konsumen mengenai bahan baku, proses produksi, kebersihan, keamanan, serta transparansi produk.

Halal Menjadi Bahasa Universal

Dalam pidato penerimaannya, Haikal Hassan kembali menegaskan pesan yang selama ini sering ia gaungkan, yakni “Halal is for all” atau halal untuk semua.

Pesan tersebut mencerminkan pendekatan Indonesia dalam memperkenalkan konsep halal kepada masyarakat internasional. Halal tidak hanya relevan bagi umat Islam, tetapi juga dapat menjadi standar universal yang menawarkan jaminan kualitas, keamanan, dan kepercayaan bagi seluruh konsumen tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.

Saat ini, produk halal semakin diminati oleh masyarakat non-Muslim di berbagai negara karena dianggap memiliki proses produksi yang lebih terjamin, bahan yang jelas asal-usulnya, serta pengawasan yang ketat. Fenomena ini menunjukkan bahwa halal telah berkembang menjadi bagian dari kebutuhan pasar global modern.

Karena itu, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat referensi halal dunia. Dengan pengalaman panjang dalam pengelolaan sertifikasi dan regulasi halal, Indonesia berpotensi menjadi jembatan antara kebutuhan industri global dengan standar halal yang kredibel dan diakui secara internasional.

Dari Sertifikasi Menuju Ekosistem yang Lebih Luas

Selama ini, banyak masyarakat yang masih mengidentikkan halal hanya dengan sertifikasi atau label pada kemasan produk. Padahal, cakupan industri halal jauh lebih luas dibandingkan sekadar proses penerbitan sertifikat.

Ekosistem halal melibatkan berbagai aspek, mulai dari pendidikan, penelitian, laboratorium, audit, pengawasan, logistik, rantai pasok, teknologi digital, pemasaran, hingga kerjasama lintas negara. Oleh sebab itu, pengembangan sektor halal membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan lembaga internasional.

Penganugerahan gelar Profesor Kehormatan kepada Haikal Hassan menunjukkan bahwa isu halal kini telah menjadi bagian dari diskursus akademik global. Hal ini membuka peluang besar bagi perguruan tinggi untuk berperan dalam menghasilkan inovasi dan penelitian yang mendukung perkembangan industri halal.

Ke depan, kampus dan lembaga pendidikan tinggi dapat menjadi pusat lahirnya auditor halal profesional, peneliti, analis laboratorium, hingga pengembang teknologi yang mendukung sistem sertifikasi halal yang lebih transparan, cepat, dan efisien.

Kolaborasi Silla University dan BIC Halal Korea

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Silla University dan BIC Halal Korea. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan riset, pendidikan halal, pengembangan sertifikasi internasional, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Kerja sama tersebut dinilai strategis mengingat pasar halal dunia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun. Korea Selatan sendiri mulai melihat sektor halal sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan, terutama untuk industri makanan, kosmetik, farmasi, pariwisata, dan produk gaya hidup.

Bagi Indonesia, sinergi tersebut membuka kesempatan untuk memperluas diplomasi halal sekaligus memperkuat posisinya sebagai negara yang aktif berkontribusi dalam pengembangan standar halal internasional.

Indonesia di Tengah Persaingan Industri Halal Global

Perkembangan industri halal global berlangsung sangat cepat. Sejumlah negara seperti Korea Selatan, Jepang, Thailand, Australia, hingga Brasil terus mengembangkan layanan dan produk halal guna menjangkau pasar internasional yang nilainya terus meningkat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa halal kini telah menjadi bagian dari persaingan ekonomi global. Oleh karena itu, Indonesia tidak cukup hanya menjadi pasar konsumen. Indonesia perlu tampil sebagai pusat inovasi, pusat pengetahuan, sekaligus salah satu penyusun standar halal yang diakui dunia.

Penghargaan yang diberikan kepada Haikal Hassan menjadi sinyal positif bahwa kontribusi Indonesia dalam industri halal mulai diperhitungkan secara lebih serius oleh berbagai pihak di tingkat internasional.

Pendidikan dan SDM Menjadi Kunci

Salah satu aspek yang turut mendapat perhatian dalam pemberian gelar tersebut adalah kontribusi Haikal Hasan dalam mendorong pengembangan pendidikan halal dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Keberhasilan industri halal sangat bergantung pada ketersediaan tenaga ahli yang memahami standar halal, teknologi pangan, audit, manajemen mutu, hukum, hingga komunikasi internasional. Tanpa SDM yang kompeten, pengembangan industri halal akan sulit berjalan secara optimal.

Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan ilmu agama, sains, teknologi, bisnis, dan hubungan internasional agar mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan industri halal masa depan.

Diplomasi Halal sebagai Soft Power Indonesia

Penganugerahan gelar Profesor Kehormatan kepada Haikal Hassan juga memiliki makna diplomatik yang cukup besar. Dalam hubungan internasional modern, pengaruh sebuah negara tidak hanya dibangun melalui kekuatan ekonomi atau budaya, tetapi juga melalui nilai, standar, dan sistem yang dipercaya dunia.

Halal dapat menjadi salah satu instrumen soft power Indonesia. Melalui penguatan standar halal yang kredibel, Indonesia memiliki peluang untuk memperluas kerja sama internasional, meningkatkan ekspor, memperkuat riset bersama, serta membuka akses pasar baru bagi pelaku usaha nasional.

Jika dikelola secara konsisten dan berkelanjutan, diplomasi halal dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama bagi sektor UMKM, makanan, kosmetik, farmasi, fesyen, dan pariwisata.

Momentum Baru bagi Industri Halal Nasional

Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University yang diberikan kepada Ahmad Haikal Hasan menjadi penanda semakin besarnya perhatian dunia terhadap kontribusi Indonesia dalam sektor halal. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring global, meningkatkan kualitas pendidikan halal, memperluas riset internasional, dan memperbesar kepercayaan dunia terhadap sistem jaminan produk halal Indonesia.

Lebih dari sekadar penghargaan akademik, peristiwa ini menunjukkan bahwa halal kini telah menjadi isu strategis yang berkaitan dengan ekonomi, pendidikan, teknologi, riset, dan diplomasi internasional. Ketika Haikal Hassan kembali menegaskan bahwa “halal is for all”, pesan tersebut menggambarkan arah baru industri halal yang semakin inklusif, universal, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Dari Busan, Korea Selatan, Indonesia kembali menunjukkan potensinya sebagai salah satu pemain penting dalam industri halal dunia. Tantangan berikutnya adalah mengubah pengakuan tersebut menjadi langkah konkret yang mampu memperkuat ekosistem halal nasional sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat industri halal global di masa mendatang.