Tryout.id

Ternyata Tidur Tengkurap Mempunyai Manfaat Baik Bagi Penderita Covid-19

22 Mei 2021  |  267x | Ditulis oleh : Admin
Ternyata Tidur Tengkurap Mempunyai Manfaat Baik Bagi Penderita Covid-19

Selama ini, tidur tengkurap dinilai membahayakan karena menyebabkan sesak dan juga sulit bernapas, tetapi tidak untuk penderita Covid-19. Seorang Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru), Prof. dr. Menaldi Rasmin, Sp.P(K)., FCCP mengungkapkan bahwa tidur tengkurap bagi pasien Covid-19 malah memiliki manfaat.

Dalam Webinar dan Media Gathering Online 2021, Update Perkembangan Covid-19 & Vaksinasi yang diselenggarakan Ramsay Sime Darby Health Care Indonesia (RSDHI), Kamis (26/2/2021), Prof Menaldi mengatakan bila tidur tengkurap bisa menghindarkan dari sesak napas.

“Itu (tidur tengkurap terhindar dari sesak napas) manfaat sederhananya,” kata Prof Menaldi, mengutip dari Kompas.com.

Hal ini karena bagi pasien Covid-19, tidur tengkurap membuat paru-paru tetap terjaga bersih dan terhindar dari potensi munculnya endapan dan peradangan pada organ paru-paru. Tak hanya itu, tidur tengkurap juga bisa menghindarkan dari bahaya seperti paru-paru bengkak dan basah, yang dapat menyebabkan pasien menjadi sulit bernapas.

Dalam paparannya yang bertajuk Covid-19 dan Hubungannya dengan Vaksin, Prof Menaldi mengatakan bahwa hal ini juga dianjurkan untuk pasien dengan gejala ringan bahkan tak bergejala yang melakukan isolasi mandiri di rumah,

“”Walaupun pasien kasusnya ringan dan melakukan isolasi mandiri di rumah, kita anjurkan agar dia tidur dalam posisi tengkurap, untuk menghindarikan dia dari perawatan di rumah sakit,” jelas Prof Menaldi.

Meski dinilai sepele, ternyata anjuran tidur tengkurap bagi pasien Covid-19 memiliki manfaat yang sangat besar.

Prof Menaldi mengatakan bila pasien yang kurang bisa mengkondisikan pernapasannya dan akhirnya sesak napas bisa berisiko kematian, sehingga dianjurkan untuk tidur tengkurap demi meminimalisasi sesak napas. Hal ini karena saat paru-paru sangat basah, paru-paru akan terendam cairan yang akhirnya mengganggu proses difusi oksigen atau mengganggu pertukaran udara di paru-paru.

“Akibatnya, cairan tersebut mengganggu masuknya oksigen ke pembuluh darah, sehingga membuat pasien kesulitan bernapas, sesak, dan bisa meninggal,” kata Prof Menaldi.

Dengan membiasakan tidur tengkurap, artinya paru-paru akan lebih terbuka dan oksigen lebih mudah masuk.

“Memang tidur tengkurap itu tidak enak, pasien akan terbangun lalu mengubah posisi tidur miring, lalu ke posisi terlentang,” ungkapnya.

Posisi tidur tersebut juga berhubungan dengan cara oksigen masuk ke paru-paru. Apabila tetap dibiarkan tidur dengan posisi terlentang dan tidak ada keluhan sesak napas, kondisi ini menurut Prof Menaldi juga tidak baik bagi paru-paru, sebab bisa menyebabkan organ tersebut menjadi kaku

“Kaku (organ paru-paru) itu akan menyebabkan orang akan susah napas, meskipun nanti sudah sembuh dari Covid-19. Jadi itu sebabnya, mengapa teori tidur tengkurap itu sangat penting,” jelas Prof Menaldi.

Tak hanya itu, tidur tengkurap untuk pasien Covid-19 juga dinilai bisa menekan risiko kematian. Jika posisi tidur tersebut dilakukan 2-3 jam oleh pasien yang sakit ringan, maka si pasien terhindar dari risiko semakin parah yang membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit.

Sementara itu untuk pasien bergejala berat yang ada di rumah sakit, tidur tengkurap bisa meminimalisasi risiko kematian. Tidur tengkurap juga dinilai menghindarkan pasien memakai ventilator sebagai alat bantu napas.

“Cara sederhana, tetapi memiliki banyak makna. Sebab, menggunakan ventilator itu sangat mahal biayanya. Banyak risiko lain-lain, hingga risiko mortalitasnya (kematian akibat Covid-19) juga bisa makin tinggi,” papar Prof Menaldi.

Wah ternyata ada juga ya manfaat dari tidur tengkurap, memang bagi yang sehat tidur tengkurap sangat tidak dianjurkan karena berbahaya bagi kesehatan.

Baca Juga: